Tuesday, 25 April 2017

12 Contoh Prosa dengan Tema Perempuan/Wanita

Hai Sobat IMYID, sudah sekitar satu bulan lebih admin tidak update artikel dikarenakan banyak sekali kesibukan offline. Nah, Pada kesempatan kali ini admin akan posting beberapa contoh prosa dengan tema perempuan. Kebetulan, Bulan april memang identik dengan kartini bener gak sih ? Hehehe, ya pasti dong ! Diharapkan dengan postingan ini, dapat membantu tugas sobat semua ya.. Yuk Mari simak baik - baik !


1.

Perempuan bagaimana yang menurutmu paling cantik?

Aku pernah berpikir dua masa sebelum ini, apakah saat aku bereinkarnasi nanti bisa jadi perempuan cantik? Kata orang-orang di luar sana, jadi perempuan harus terlihat cantik agar bisa menarik perhatian.

Untuk apa jadi cantik kalau cuma cari perhatian?

Menurutku, perempuan bisa jadi cantik kapan saja.

Apakah cantik haruslah seorang gadis muda?

Menurutku tidak,

aku selalu melihat ibu menjadi wanita yang paling cantik ketika ia tengah memasak lalu menyajikannya dengan telaten di atas meja makan.

Kemudian dengan kelembutannya mengambilkan nasi untuk ayah, untukku dan adik-adik, baru kemudian untuknya sendiri.

Ibu selalu terlihat cantik ketika menjadi seorang ibu meskipun umurnya tak lagi muda.

Apakah cantik haruslah seorang yang putih tinggi semampai?

Menurutku tidak. Aku selalu melihat bibiku menjadi paling cantik ketika Ia begitu cerdas mendeskripsikan suatu masalah dan bisa sesegera mungkin menemukan jalan keluarnya.

Ia juga selalu tau kapan harus menempatkan diri menjadi seorang gadis yang menarik di depan publik, kapan ia harus jadi perempuan sekaligus kakak yang bijaksana, dan kapan harus menjadi sosok manja di depan orangtuanya.

Cantiknya terlihat mengagumkan karena kecerdasannya.

Apakah cantik harus memakai baju mini dan terlihat seksi?

Menurutku tidak, aku selalu melihat guru TK adikku terlihat cantik kala ia tengah berjalan dengan anggunnya memakai gamis panjang dan untai hijab syar'i. Ia juga tak pernah menunjukkan diri sebagai orang yang highclass meskipun sebenarnya ia mampu.

Kecantikannya terlihat lebih istimewa karena kesederhanannya.

Apakah cantik haruslah seorang gadis dewasa?

Menurutku tidak,

Aku selalu melihat adikku terlihat cantik kala ia tengah menyibakkan poni sembari memerhatikan banyak anak jalanan yang tidur di bawah jembatan.

Ia bilang, "Mbak, kalau nanti Naya sudah besar, Naya mau cari uang yang banyak biar bisa bantu mereka sekolah juga seperti Naya. Berarti Naya harus pintar kan mbak sekolahnya? Nanti banyak-banyak ajarin Naya ya Mbak."

Adikku terlihat cantik karena kepolosan dan ketulusan hatinya.

Jadi,

perempuan bagaimana yang menurutmu paling cantik?


2.

Katamu semua perempuan lemah dan cengeng, mereka sering kali menangis,

Benarkah perempuan lemah dan cengeng?,

Dengar!, aku ingin memberitahu mu tentang perempuan didalam tulisan,

Pernahkah kau melihat perempuan melahirkan?, kau bilang ia lemah?, tidak, ia tidak lemah sama sekali, ia kuat mempertaruhkan nyawa demi melahirkan anakmu, ia hanya menangis agar terdapat ketenangan, karena air mata perempuan adalah obat penenang jiwanya, pernahkah kau melihat perempuan berteriak meminta anak yang sedang dilahirkannya mati?, tidak, mereka berusaha sekuat mungkin agar anaknya selamat dan sehat, itu tandanya perempuan tidak lemah.


Lalu, pernahkah kau melihat sebagian perempuan ikut membantu suaminya meringankan beban rumah tangga mereka?, tentu, sebenarnya untuk apa mereka membantu tugasnya ada didalam rumah bukan mencari nafkah, itu artinya mereka tidak lemah, mereka ikut memperjuangkan bingkisan cinta didalam rumah tangga, mereka hanya menangis sesaat ketika lelah hanya untuk tentang, setelahnya perempuan akan tersenyum kembali bersama anak-anakmu.


Kutanya lagi, pernahkah kau melihat perempuan menunggumu?, mengapa ia tidak pernah bosan menunggu?, tidak lemahkah ia?, tidak, ia kuat menunggu hanya dengan kata janji yang kau ucapkan, ia hanya menangis sesaat ketika lelah, lalu berjuang kembali.


Menurutku perempuan tidak lemah dan cengeng seperti yang kau kira,

Dan sekarang kau masih ingin mengatakan mereka lemah dan cengeng?


3.

Suatu hari aku pernah termenung. Tentang hakikat seorang perempuan. Mereka bilang perempuan lemah. Aku rasa itu tidak, karena dalam kacamataku perempuan itu luar biasa. Aku bukan bicara tentang diriku yang juga perempuan tetapi tentang seribu perempuan lain yang telah menunjukkan citranya.


Kadang kala aku pun berpikir dalam diam. Mereka bilang perempuan itu lebih baik duduk diam di rumah. Aku rasa itu tidak sepenuhnya benar. Karena perempuan juga mampu untuk berkiprah di berbagai ruang dunia.


Renungan dan renungan terus-menerus berlanjut, menyambung renungan sebelumnya. Betapa aku baru menyadari ternyata seorang perempuan banyak terikat dalam tali kehidupan. Entah dalam hal pekerjaan, keluarga atau impian dalam nuraninya sendiri.


Ketika seorang perempuan berdiri atau berjalan di tempat baru. Tidak semudah seorang lelaki yang bisa bergerak bebas menjelajah banyak penjuru dunia. Sedang seorang perempuan harus berdiri dengan segala kehormatan yang harus dijaganya.


Mereka bilang perempuan banyak menjadi penghuni neraka? Kenapa begitu? Marilah kita renungkan bersama.


Perempuan dengan segala keistimewahan yang dimilikinya. Keistimewahan yang di satu sisi memudahkannya dan di satu sisi menjatuhkannya. Mampu kah kita memanfaatkan dan menjaganya?


4.

Di sudut warung renta itu, aku terkesima menatap sesosok bidadari yang sedag sendirian diduk melesu di pojokkan sebuah bangku yang mulai lapuk dan berkeriput.

Mataku terus mencari perihal dia yang layu, tak semangat, selalu gaihkan lamunan sendu di ujung pilu.

.

Mataku masih tertuju padanya, bidadari bisu yang semakin enggan mengulum senyum di bibir ranumnya. Sesekali hanya mutiara-mutiara bening yang asyik menghias di kedua belas pipinya, menbentuk kilau-kilauan kesedihan.

Aku ingin mendekatinya. Aku ingin menawari dia sepiring angan-angan sebagai tempat bercerita perihal duka yang dirangkainya bersama genangan air mata di siang ini.

Tetapi hatiku berkata, "Jangan...!"

Aku biarkan dia asyik sendiri bergumul dengan peristiwa-peristiwa yang dirajutnya. Bercengkerama dengan isak sedu-sedan tangisan yang dibawanya.

.

Aku masih terpaku. Hanya segelas es teh manis yang semakin beku, yang menemaniku, yang masih terpesona wajah dingin sebeku es batu si pojokkan bangku itu.

Biarlah dinding-dinding bisu dan lugu menjadi saksi, saat-saat aku terpaku oleh wajah bidadari yang terbalut lara dalam menjinakkan kisah cintanya.


5.

Mengapa para pria selalu menyebut cengeng pada perempuan yang menangis?

Mengapa kaum adam menganggap airmata adalah senjata kaum hawa?


Baiklah, akan kuceritakan sebuah rahasia.


Perempuan menangis, karena ia paham benar bahwa kadang berteriak marah atau melemparkan barang-barang di sekitarnya hanya akan membuat rumah bagai kapal pecah, sementara bongkah kecewa dalam dada tak berkurang walau sedepa.


Perempuan berlinangan airmata, sebab ia sedang berbuat sesuatu bagi dirinya. Kepada bulir-bulir air yang menderas dari netranya, ia menitipkan segala luka yang menghujam jiwa, agar tak berlama-lama menikam atma.


Perempuan yang menangis, sejatinya sedang menunjukkan kehebatan Allah yang mengaruniakan airmata untuk membasuh dan memurnikan lagi rongga dadanya agar terbebas dari sakit hati, pun iri dengki.


Perempuan berlinangan airmata, kadang kala tak selamanya karena dukacita. Sebab perempuan terlalu lembut perasaannya, sehingga saat bahagia tak terkira ia pun menangis haru.


Jika airmata itu disebut senjata, mungkin ada benarnya. Bagi perempuan, tangisan kadang kala menjadi titik awal untuk kembali tegak, menyudahi kekalahan, serta mengikhlaskan segala bentuk kehilangan.


Perempuan ... justru menjadi kuat setelah menuntaskan tangisan.


6.

Kepadanya, wanita nan tegar, pejuang bersama durjananya mentari penusuk ubun-ubun


Jiwa membubu menatap segelintir nyawa pejuang nan tereksekusi bersama pahitnya buana. Meski menerjang mentari, membiarkan ubun-ubun di tengah terik, tiupan nafas mengguntur, mengempas derapan kaki nan terbakar, dan wajib aku lakukan.


Aku takut dia pergi, wanita lunglai nan terkujur dengan tatapan sendu.


Aku takut, sungguh aku takut. Wanita tempatku mengadu, bergantung, bercerita, merangkai aksara, menatap buana tak akan seestetis bersamanya.


Aku tak ingin nestapa bersamanya. Aku hanya ingin suka, kembali seperti sedia kala. Ibuku kini, tetap ibuku yang dulu. Ibu harus kuat, kuat, kuat!


Sungguh aku tak ingin sedih, duka. Tapi mengapa rintihku kini semakin membara?

Menatapnya nan berselimut dan memejamkan mata.


Ibu...

Ibu...

Tak bangun jua.

Ibu...

Ibu...

Nestapa, isakku menjadi, menghempas raga dan hembusan bayu nan menghadiahi melodi sendu


7.

Aku terperangah melihat undangan pernikahan yang diletakkan di meja kerjaku. Perlahan aku meraih undangan itu; Ridwan, rekan kerja satu divisi denganku, akan menikah dua hari lagi.

Ridwan dan calon istrinya tampak serasi pada foto undangan.


Aku jadi teringat pembicaraan aku dan Ridwan beberapa waktu lalu.


“Astrid teman jalan yang baik. Untuk ke kafe, clubing, tetapi bukan calon istri apalagi calon ibu terbaik untuk anak-anakku kelak.” kata Ridwan sambil membuka dompetnya dan memperlihatkan foto calon istrinya.


“Mengapa demikian?” tanyaku. Aku memuji kecantikan alami perempuan tanpa polesan dari sosok dalam foto yang ditunjukan Ridwan.


“Apakah menurut Bro perempuan yang suka hiburan malam akan menjadi istri dan ibu yang baik?” Ridwan balik bertanya.


“Semua bisa berubah, kan Bro? Lagian, bukankah selama ini dirimu juga menikmatinya?”


“Sulit merubah suatu kebiasaan, Bro. Aku tahu pasti itu. Seperti juga aku ingin meninggalkan kebiasaanku. Ratih yang kubutuh, bukan Astrid. Satu hal lagi; Bro lihat penampilan Astrid! Busananya, make up-nya, ... tidak pas untuk gaji kita sebulan. Astrid lebih cocok menjadi istri Pak Broto, pemilik perusahaan ini. Hehehe .... ” Ridwan cekikan.


“Aku tidak menyangka Bro lebih tertarik pada perempuan berkebaya. Juga sebaliknya, perempuan anggun seperti Ratih bisa-bisanya jatuh cinta pada Bro. Hehehehe ....”


“Enak saja! Memangnya aku sebegitu tak layaknya menerima anugerah terindah dari TUHAN? Ratih bukan hanya perempuan, makhluk yang diciptakan dari tulang rusuk laki-laki untuk menjadi pasanganku, tetapi dalam kebersahajaannya kutemukan persahabatan, cinta dan kasih tulus sosok ibuku serta saudariku.”


Aku meletakkan undangan tersebut kembali ke atas meja. Aku merasakan ada sesuatu menohok menyebabkan perih di hati. Dokter Ratih Kusumaningrum, sahabat kecilku akan resmi menjadi istri Ridwan. Sang calon mempelai perempuan yang kurindukan.


Aku bangkit dari tempat dudukku, menuju pantry. Secangkir kopi mungkin bisa menghiburku. Kulewati meja kerja Astrid. Penghuni meja tersebut lagi terisak, menambah limbah kertas dengan puluhan tisu penghapus air matanya. Bekas maskara mencoreng wajahnya. Aku tersenyum. Akhirnya kutemukan lagi tambahan salah satu alasan mengapa pilihan Ridwan jatuh pada Ratih.


8.

Perempuan. Enggan memulai meski ingin. Tetap bersikukuh akan pendiriannya. Tidak mau mengalah akan apa yang ia pertahankan.

Perempuan. Ia ingin selalu jadi prioritas. Meski hanya hal-hal kecil. Itu kodratnya.

Perempuan. Ia tidak setangguh lelaki. Namun ia tegar dalam hati. Ia tak sekuat lelaki. Namun kuat menyembunyikan sakitnya. Ia terlihat baik-baik saja meski nyatanya tidak.

Perempuan. Selalu ingin dimengerti. Setidaknya sekejap saja.

Tuhan melembutkan hatinya, agar kelak ia membimbing buah hatinya dengan penuh kasih sayang.

Perempuan. Tercipta dari rusuk lelaki yang paling bengkok. Sukar diluruskan, namun bukan berarti tak bisa. Perlahan mengubahnya agar tak patah. Juga jangan membiarkannya supaya tidak tetap bengkok.


9.

Apa yang kamu tahu tentang perempuan? Pandai memasak? Suka belanja? Atau senang berdandan?


Ya, itu yang sedikit kalian tahu tentangnya. Sementara tidak banyak yang faham ketika ia diam. Tahukah kamu diamnya perempuan bisa banyak artinya.


Ketika kecewa mendera hatinya, ia akan diam. Ketika ia marah, pun begitu. Bahkan ketika air mata tak lagi mampu ia keluarkan, maka hanya diam yang bisa ia lakukan.


Ia akan berdoa dalam diamnya. Memohon pada Yang Kuasa agar menentramkan segala kesedihan hatinya. Menyembuhkan luka dan marahnya, hingga kembali seperti sediakala.


Maka, fahamilah ketika perempuan diam.


10.

Di satu patahan waktu, seorang perempuan berona manis sedang duduk termangu di serambi, telinganya menangkap suara gending Ginonjing kesukaannya yang berhias tembang suara wanita. Perempuan itu terpejam, bagai menyesap helai demi helai lirik dan irama, memuaskan dahaga jiwa seninya. Kemudian beranjak dia, menyambar sebuah lembaran dan mengguratkan tinta di atasnya.

".... di hadapanku seorang perempuan, yang menyanyikan kami sebuah cerita. Betapa indahnya! Suatu impian yang mengalun dalam suara-suara indah, Kudus, jernih, dan bening, yang mengangkat roh kami, yang menggeletar-membubung ke atas ke dalam kerajaan makhluk-makhluk berbahagia." (Surat, 15 Agustus 1902). Seutas senyum pun tersungging ketika pena dia rebahkan.


Dialah Raden Ajeng Kartini. Perempuan yang lahir di Jepara, 21 April 1879 itu adalah putri seorang bupati Jepara bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibundanya bernama M.A. Ngasirah. Seusai mengenyam sekolah dasar, tradisi pingit menjadi sangkar untuk raganya sehingga menapak tangga pendidikan menjelma hanya sebuah impian. Namun, tak menjadi sangkar akan pikirannya yang mengepakkan sayap, melayang menembus batas. Sejak itulah membaca menjadi kawan setia bagi putri kelima dari sebelas bersaudara itu. Dari buku-buku pengetahuan, surat kabar, dan kemudian mulai berkorespondensi dengan para sahabat di Belanda. Kemajuan berpikir kaum perempuan di Eropa serupa magnet yang menarik antusiasnya. Berkembanglah layar-layar keinginan Kartini untuk memajukan dan membebaskan kaum perempuan pribumi yang saat itu masih berkalung diskriminasi.


"Pikiran adalah puisi, pelaksanaan seni! Tapi di mana bisa ada seni tanpa puisi? Segala yang baik, yang luhur, yang keramat, pendeknya segala yang indah di dalam hidup ini adalah puisi." (Surat, 2 April 1902)

Kartini telah menunjukkan jati dirinya sebagai seorang seniwati. Dia telah menanam benih-benih seni untuk menumbuhkan harkat dan martabat bangsa pribumi. Seni baginya adalah salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita yaitu membebaskan rakyat terutama kaum perempuan dari belenggu tradisi dan penjajahan.


Keindahan karya-karya Kartini berwujud surat tertuang dalam 'Habis Gelap Terbitlah terang'. Sebuah buku yang mengandung perjalanan hidup, harapan-harapan, dan cita-cita Kartini memajukan kaumnya. Kartini adalah seorang perempuan pribumi, dan begitu sayang bahwa di angka 25 beliau tutup usia sebelum mengetahui buah karya dari perjuangannya. Beliau adalah pelita yang menerangi ruang kesadaran kaumnya yang temaram akan sebuah nasib. Bahwa perempuan sepatutnya boleh berkarya, boleh berbicara, dan boleh bermimpi.


"Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputera merdeka dan berdiri sendiri." (R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang)


11.

Jadi perempuan itu tidak gampang. Apalagi perawan. Harus sangat berhati-hati dalam pergaulan, apalagi pacaran. Salah sikap sedikit saja bisa berantakan. Keperawanan jadi ancaman.

Jika putus, yang terlihat jelek tentu perempuan. Bisa di cap sebagai "barang bekas".

Hati-hatinya perempuan berbeda dengan lelaki. Perempuan memiliki titik lemah yang lebih banyak daripada lelaki.

Besarnya kelemahan juga lebih banyak daripada lelaki. Namun kekuatan hati terletak pada hati perempuan.


Nikmatnya jadi perempuan.

Setelah menikah harus mengabdi pada suami, meski harus berpisah dengan orangtuanya. Begitulah kodratnya. Disini hati perempuan sangat diuji untuk kekuatannya. Meninggalkan orangtua bahkan kampung halaman demi lelaki yang baru dikenalnya. Inilah pengorbanan pertama seorang perempuan.

Lalu ketika perempuan mengandung, 9 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk membawa bayi dalam tubuh. Tidak ringan ketika perempuan harus kesana kemari dengan beban besar dalam perutnya.

Kesakitan yang berbeda dirasakan perempuan. Hanya perempuan hamil yang tahu.


Nikmatnya jadi perempuan.

Jika orang membawa beras 1 ton, maka dia bisa menyicilnya berkali-kali, namun perempuan melahirkan harus membawa beban 1 ton dengan satu kali dorongan, itu ibaratnya. Sakit bukan? Hanya perempuan melahirkan yang tahu.


Nikmatnya jadi perempuan.

Anak yang lahir disusui oleh perempuan, oleh ibundanya. Belum lagi jika si kecil gigit-gigit puting, hanya perempuan menyusui yang tahu rasanya.

Ketika sang anak rewel dan tetap harus mengerjakan pekerjaan rumah, hanya ibu rumah tangga yang tahu rasanya.

Nikmatnya jadi perempuan.


Namun, kadang lelaki menganggap perempuan itu cengeng. Perempuan itu lemah. Perempuan itu hanya butuh perlindungan.

Itu salah besar!


Ketika perempuan menangis, itu hanyalah basuhan luka yang membuat hatinya bersih kembali. Ketika perempuan banyak bicara, itulah kodratnya agar anak-anak dan suami bisa dipastikan baik-baik saja.


Perempuan itu kuat. Perempuan itu hebat.

Perempuan itu istimewa


12.

Jikalau ada orang yang bertanya, seperti apa perempuan itu di mataku? Sampai saat ini aku belum bisa menjawabnya. Karena pandanganku akan perempuan begitu banyak tergantung apa yang hatiku ingin katakan. Bila aku melihat perempuan itu adalah ibuku sendiri, bagiku Dia adalah pahlawan terhebat dalam hidupku. Berkat kasih sayang dan bimbingannya, seorang anak yang tidak memiliki daya apa-apa dirawat dan dibesarkan hingga menjadi anak yang mandiri. Jika harus dikalkulasikan, dunia beserta isinya bahkan tak sanggup membayar semua jasa yang telah diberikannya sepanjang hayat. Kalian sependapat denganku kan?


Tapi, bila aku harus menjawab sebuah tanya akan halnya perempuan di luar sana. Hatiku mesti menyusun kata yang tepat untuk menggambarkan rasa yang sedang aku alami. Jujur, aku adalah lelaki lemah dalam hal menghadapi makhluk Tuhan yang bernama perempuan. Entah Tuhan telah memberikan aura seperti apa sehingga kadang kata tersekat di tenggorokan dan jantung berdegup cepat bila harus melihat keindahan dari sebuah senyum yang tersungging di bibir manis yang sedang merekah. Hanya perempuan yang memiliki senyuman maut nan memabukkan seperti itu, bagiku.


Lalu, apakah aku sedang mendewakan makhluk ciptaan Tuhan yang bernama perempuan itu? aku tak tahu. Tapi aku memiliki pandangan tersendiri untuk menggambarkan seperti apa perempuan di mata dan hatiku. Pernahkah kamu melihat mawar yang sedang mekar? Warnanya indah kilaukan ceria bersama semerbak aroma surga. Semua orang ingin memilikinya, karena manusia sudah kodratnya menginginkan sesuatu yang indah dan cantik. Tapi, di balik keindahan sang bunga, ada duri tajam yang siap menusuk tangan jahil yang mencoba mematahkan bunganya. Ketika kamu mencoba menggenggamnya sangat erat, maka kamu akan menyakiti dirimu sendiri. Tetapi, bila kamu memilih menggenggamnya dengan pelan. Kamu tak akan bisa mematahkan dan mengambil bunga indah yang sangat ingin kau miliki.


Analogi bunga mawar itu tak mesti kau benarkan. Tapi percayalah, perempuan itu harus diperjuangkan. Bila ingin memilikinya, kamu mesti berani mendekatinya. Tapi kamu harus sadar, ada duri yang akan melukaimu bila kamu terlalu agresif padanya. Kamu akan dicampakkan layaknya sampah di matanya. Tapi bila kamu lebih memilih mencintainya dalam diam, aku sudah pernah melakukannya. Percayalah, walaupun sakit tapi kamu akan terbiasa. Karena Tuhan telah menyiapkan seseorang sebagai pendampingmu. Bila tidak di dunia, bidadari menantimu di akhirat. Di neraka? Entahlah.


Nah itulah 12 contoh prosa dengan tema perempuan. Semoga bermanfaat..


Search : contoh prosa, prosa banyak contoh, contoh prosa tema perempuan, prosa, tema prosa, 12 contoh prosa tema wanita, prosa tema wanita kuat, prosa tema ibu.

Monday, 24 April 2017

Cara Membuat Plot dan Tokoh cerita terkesan Bernyawa


Untuk membuat plot dan tokoh dalam cerita terkesan "bernyawa", kamu bisa menyisipkan beberapa part kisah atau kejadian nyata yang kamu dan atau orang lain alami. Misal, meletakkan part "kisah nyata" tersebut pada konflik ataupun dialog.
Namun, tetap hindari gaya penulisan telling plot. Nah, di sini, kematangan diksi dan permainan "show don't tell" sangat berperan penting untuk membawa pembaca ikut masuk ke dalam konflik dan tokoh yang kamu ciptakan.
Berikut contoh simple yang kita coba angkat dari chapter sebuah embrio novel menggunakan POV1:

Suasana sore di pedesaan yang masih asri ternyata sangat sejuk. Membuat betah orang-orang yang merindukan kedamaian dari pergumulan Ibukota sepertiku. Hampir setiap rumah warga di desa ini halamannya memiliki tanaman pohon-pohon kelengkeng dan bunga. Tak terkecuali halaman rumah orang tuanya Jagat.
Semburat warna orange perlahan mulai terlukis di langit desa. Pemandangan ini benar-benar menyenangkan. Kuhirup udara sore yang sejuk hingga seluruh aromanya memenuhi ronggga dada.
“Baru kali ini suasana sore di desa tampak begitu cantik …!”
“Uhuukk-khuukhh!”
Lenyap sudah rasa nyaman di dalam rongga dada karena tersedak air ludah sendiri saat mendengar suara yang sangat kukenali itu. Siapa lagi kalau bukan dia? Dia yang selalu mampu membuat detik-detik berputar melambat hingga tak bisa kusingkirkan rona merah yang menyapu bersih di kedua pipi.
“Hei? Kamu baik-baik saja?” tanya Jagat dengan wajah cemas. Berkali-kali aku kepayahan menelan ludah saat berhadapan dengan makhluk ini. Tanpa menjawab apapun, cangkir yang berisi wedang jahe di tangannya sudah berpindah ke bibirku hingga isi cangkir tersebut kosong. Hangat. Melegakan. Wedang jahe sore ini benar-benar nikmat.
“Ehem …, Wedang jahenya enak, ya?”
“Enak banget! Maaf ya, aku tidak bermaksud untuk lancang merebut cangkir itu dari tangan kamu ….”
“Santai saja. Suka sama wedang jahenya?”
“Suka banget!” sahutku menyodorkan cangkir kosong tadi dengan ekspresi malu-malu menatap ke arahnya.
Entah apa sebab, wajah pria itu tiba-tiba merona. Terlihat dia mengusap-usap tengkuknya seraya mendesis seperti ular. Tentu saja pemandangan ini langka. Ada apa dengan makhluk yang berada tepat di sisi kiriku saat ini?
“Kamu kenapa, Jagat?” selidikku hati-hati.
“Enng …, Anu, wedang jahe itu ... bekas aku minum tadi ….” lirih Jagat tanpa melihat ke gadis yang melongo cengo saat mendengar jawabannya. Bisa dikatakan, wajahku sudah sangat memerah dan panas seperti kepiting rebus yang baru saja matang.
Ya Rabbi! Tidak ada satupun barang yang bisa aku gunakan untuk menutupi rona merah yang menyembul dari wajah ini. Detak jantung berpacu sangat cepat diiringi desiran darah yang melaju seperti nyanyian debur ombak. Duh, Gusti!
Lama kami terdiam, tanpa saling memulai obrolan baru satu sama lain. Masing-masing sibuk menata degub jantung yang berpacu dalam melodi cinta. Tunggu! Cin-cinta? Ah, benar. Cinta. Lima huruf itu seperti lima penyihir yang selalu saja menaburkan benih merah muda dalam hatiku akhir-akhir ini. Parahnya lagi, benih-benih itu tumbuh dengan subur saat bersama Jagat. Apalagi tadi tanpa sengaja menikmati rona merah di pipi berlesung miliknya. Duh, pemandangan yang langka. Bukankah harusnya aku menjaga mata agar tidak semakin terperosok dalam cinta pada makhluk? Tapi itu sungguh pemandangan yang langka. Jagat, dia benar-benar terlihat lucu saat tersipu. Arrghh! Siapa saja, tolong cuci syaraf otak ini dengan pemutih biar bersih.


Mudah bukan? Selamat berkarya! Salam literasi

Incoming Search: cara membuat alur bernyawa, cara membuat tokoh bernyawa, tips membuat alur, tips membuat tokoh

Monday, 20 February 2017

Cerita Pendidikan Moral Anak Sayangilah Binatang

Sayangilah Binatang
Satu hari menjelang libur panjang. Lana belum ada rencana untuk mengisi liburannya. Setelah makan malam bersama ayah bundanya dia mulai mencari VCD Kubo untuk ditontonnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 dan dia masih asyik nonton film Kubo kesukaannya. 
Bunda datang dari arah dapur setelah merapikan meja makan dan duduk di samping Lana.
"Lana kamu ko ga belajar?"
"Lana sudah mengerjakan tugas rumah bun, tadi setelah pulang sekolah."
"Owh ya sudah sekarang tidur aja, sudah malem."
"Bentar lagi ya bun, bentar lagi selesai filmnya. Eh bun, besok liburan kita mau kemana?"
"Kita ke rumah Akung aja ya di kampung. Ayah mau liat ternak ayam milik Akung." Suara bunda masih terdengar datar.
"Hah kenapa harus kesana bun? Ga usah ya kita main ke pantai atau ke wahana aja." Lana mulai merengek, menggoyang - goyangkan tangan bundanya.
"Engga Lana. Ayah tu yang punya rencana. Ayah mau bikin peternakan ayam di deket rumah Akung jadi harus kesana sekalian kamu liburan."
"Yyaaahhhh..." gumam Lana sambil cemberut.
"Sekarang tidur aja, sudah malem. Biar besok ngga kesiangan bangunnya. Nanti telat ke sekolahnya hlo."
Lana melirik film kesayangannya yang memang sudah selesai.
"Ya bun." Lana melangkah gontai menuju kamar dengan wajah cemberut.
Bayangan liburan yang menyenangkan hilang sudah. Apa yang bisa dibanggakan di depan teman - temannya setelah masuk sekolah nanti kalo rencana liburannya hanya di tempat Akung. Teman - temannya pasti berlibur di tempat - tempat liburan yang bagus dan menyenangkan. Dan tradisi di sekolah untuk menceritakan liburan yang dilalui selama masa liburan sekolah. Aaahh...pasti rencana liburanku yang paling tidak menyenangkan. Lana membawa pikiran - pikiran itu sampai dia terlelap.
...
Bel pulang sekolah berbunyi. Lana mengemasi alat tulisnya yang berserakan di meja. Peralatan sekolah itu dimasukkan ke dalam tasnya yang berwana merah dengan gambar Kubo di bagian depan tasnya. Rani teman yang duduk dekat bangku Lana tiba - tiba bertanya. 
"Lana, besok kamu mau liburan kemana?"
"Mau main ke rumah Akung." jawab Lana pendek dan terlihat tidak tertarik untuk meneruskan pembicaraannya.
"Owh kalo aku besok mau liburan ke pantai dekat rumah pamanku, Lana. Ya udah, sampai jumpa minggu depan ya Lana." ucap Rani dengan wajah ceria seraya melangkah meninggalkan kelas.
Lana tambah tidak tertarik dengan rencana liburannya setelah obrolannya dengan Rani tadi di sekolah. Dia mulai berpikir untuk tidak ikut saja liburan ke rumah Akung tapi dia takut tinggal di rumah sendiri.
...
Hari yang sudah dinantikan tiba. Bunda mengemas pakaian dan perlengkapan yang akan dibawa liburan ke dalam tas. Ada satu tas besar berisi pakaian ayah dan bunda. Satu tas besar lagi berisi pakaian Lana dan Lani adiknya. Tak ketinggalan mobil chaca kesayangannya juga dibawa. Satu tas lagi beukuran sedang berisi oleh - oleh untuk Akung.
Selama perjalanan Lana lebih banyak diam. Perjalanan ke rumah akung kurang lebih selama 3 jam. Sedangkan adiknya Lani lebih banyak ngemil snack yang dibawa bunda dari rumah. Setelah 2 jam perjalanan, lebih banyak terlihat sawah di sepanjang perjalanan. Tampak jauh disana Gunung Merapi yang masih mengepulkan sedikit asapnya sebagai tanda bahwa gunung itu masih aktif.
Terlihat juga rumah berjejer rapi di sepanjang perjalanan. Rumah - rumah itu ada yang berada di tengah persawahan dan ada pula yang berkelompok membentuk sebuah perkampungan. Walaupun berada di pedesaan namun sudah tampak beberapa fasilitas umun seperti yang terdapat di perkotaan. Pusat perbelanjaan berada dekat dengan kantor pemerintahan setempat. Tak jauh dari situ juga terdapat beberapa kotak kecil tempat mesin atm berada walaupun belum lengkap seperti di perkotaan.
...
"15 menit lagi kita sampai nak." suara ayah memecah kesunyian. Terlihat Lani sedang terlelap dipangkuan bunda.
Lana tak bergeming mendengar perkataan ayahnya. Sedangkan bunda menoleh ke arah belakang sambil tersenyum. Aku duduk di jok belakang sendirian setelah Lani ngantuk dan duduk pindah di pangkuan bunda.
Mobil sudah berhenti sebelum sampai di rumah Akung. Lana melihat ke sekelilingnya. Hanya tampak hamparan sawah yang luas terbentang sejauh mata Lana memandang. Pandangan Lana tak bisa menjangkau dimana batas persawahan yang luas itu. Diujung selatan terlihat beberapa rumah yang berjejer, Lana mengingat di perkampungan itulah Akungnya tinggal.
Disebelah timur tampak bangunan rumah memanjang dari kayu. Bangunan rumah itu tampak seperti rumah panggung. Begitu tinggi dan Lana yang masih kelas 1 SD pasti akan sulit menjangkaunya. Bau tak sedap keluar dari bangunan seperti rumah itu. Lana baru tahu, itu yang disebut kandang ayam. Akung terkenal mempunyai ternak ayam yang besar di kampungnya.
Masih di sisi sebelah timur terlihat satu bangunan rumah lagi. Bangunan rumah itu berbentuk lebih kecil seperti bangunan rumah biasa dan terbuat dari bahan kayu juga. Lana tertarik untuk melihat isi bangunan rumah itu. Lana berjalan mendekati bangunan rumah itu. Perlahan dia buka pintunya yang tak dikunci. Bangunan rumah itu ternyata kandang juga, tapi untuk ayam yang dipelihara jenisnya beda. Ayam kampung yang dipelihara di kandang kecil ini sedangkan di kandang yang berbentuk panggung itu untuk memelihara ayam potong.
Dari luar terlihat beberapa ayam sedang mengais makanan disana. Ada sekitar 5 ekor ayam betina besar yang diikuti beberapa anak ayam kecil. Nampak juga 3 ayam jago yang besar juga ukurannya. Lana tertarik melihat anak ayam yang kecil - kecil itu. Ternyata lucu juga anak ayam ini, batin Lana. Anak ayam itu terlihat gemuk - gemuk, menunjukkan baik perawatannya. Spontan Lana mengambil salah satu anak ayam itu. Dia gemas melihat anak ayam itu. Sepertinya Lana terlalu kuat memegang anak ayam itu hingga anak ayam ditangannya terkulai lemas. Anak ayam itu mati.
Induk ayam melihat anaknya mati ditangan Lana. Induk ayam itu terlihat berang dan berlari menghampiri Lana sambil memekik. Suara ayam itu terdengar sakit di telinga. Lana lari ke luar rumah sambil berteriak memanggil bunda. Dengan nafas terengah - engah Lana berlari mendekati bundanya. Bunda yang sedang berbicara dengan ayah dan seseorang yang tak dikenal Lana sedang duduk tidak jauh dari kandang ayam kampung itu. Bunda terlihat kaget mendengar suara Lana.
"Bunnn...bbuuunnddaa. Lana dikejar ayam." teriak Lana.
"Kok bisa kamu dikejar ayam Lana?"
"Iya bun, tadi Lana memegang anak ayam sampai mati." terlihat induk ayam yang berhenti mengejar Lana tidak jauh dari pintu kandang itu. Bunda tersenyum melihat Lana yang ketakutan.
"Lana...hewan itu untuk disayangi bukan dibunuh. Kamu harus hati - hati memegangnya jangan sampai mati. Induk ayam itu pasti sedih kehilangan anaknya yang mati. Makanya dia marah mengejar kamu."
Lana masih duduk disamping bunda dan masih memegang erat baju bundanya. Lana sangat menyesali perbuatannya.

Nilai moralnya : rasa kasih sayang terhadap hewan/binatang harus ditanamkan sejak kecil.

Sunday, 19 February 2017

Cerita Inspirasi : Sekolah Hutan Kejora

Sekolah Hutan Kejora
Musim dingin sudah berlalu. Rerumputan hijau mulai menyembul ke atas permukaan tanah. Beberapa pohon bahkan sudah ada yang mulai menguncupkan bunganya. Ah... Udara pagi terasa makin segar. Suasana hutan lebih marak lagi karena kicau merdu Ran, si burung murai. Di tengah hutan, bu guru Liem telah siap bergegas menuju gerbang Sekolah Hutan. Ya, itu adalah sekolah anak-anak yang tinggal di hutan. Semua anak selalu rindu untuk mengikuti kegiatan sekolah. Sudah lama sekolah libur karena tertutup salju. Tapi salju telah mencair, sehingga sekolah dapat berfungsi kembali. 

Di hari pertama sekolah, setelah libur panjang musim dingin, Bu guru Liem harus datang lebih awal. Langkahnya sangat cepat. Ia membawa banyak sekali buku kosong dan pensil warna-warni. Hari ini, gajah abu-abu berbadan langsing itu memakai jepit kecil berwarna jingga. Bu guru Liem juga memakai sepatu barunya. Dengan langkahnya yang bergegas dan senyum yang tak pernah berhenti, bu guru Liem terlihat sangat cantik.

Di sekolah sudah ada teman bu guru Liem yang juga siap membantu anak-anak hutan untuk belajar. Ada pak Momo dan juga bu Yola. Hari ini mereka akan mengajak anak-anak untuk mengelilingi sekolah sambil berlari lalu menggambar apa saja yang mereka lihat nanti. Anak-anak pasti akan gembira

Tak lama kemudian anak-anak hutan meramaikan sekolah. Lova, Tino, Ben, Oce, Kiyi, Kerrin, Bastian, Ruby, juga lainnya. Benar saja, saat bu guru Liem, pak Momo, dan bu Yola mengajak mereka berlarian mengelilingi sekolah, anak-anak dengan gembira menyambut ajakan para guru. Mereka berlari dengan riang. Ada yang berlari sambil bernyanyi dan mengepakkan tangannya. Ada juga yang berlari sambil sesekali melompat, mencoba menggapai atap sekolah. Mereka sangat gembira.

Bu guru Liem tampak gembira tapi hatinya sedikit cemas. Oh, ternyata beliau mencemaskan sepatu barunya yang sedikit longgar di kaki. Itu sepatu pemberian bibi Mayer, tetangga bu guru Liem yang menyayanginya seperti anaknya sendiri. Bibi Mayer memang sangat baik pada bu guru Liem sampai-sampai bibi Mayer membuatkan bu guru Liem sepatu berwarna merah muda yang manis sekali. Tapi, sayang, ukurannya sedikit lebih besar dari kaki bu guru Liem.

Semua murid dan guru masih berlari dengan gembira. Sampai pada putaran terakhir, bu guru Liem kurang berhati-hati. Ia menginjak tanah basah yang licin. Sepatunya yang kebesaran itu langsung saja terlepas dan terlempar ke atas. Bu guru Liem akhirnya jatuh dan badannya terkena tanah yang masih basah itu. Sepatunya yang sebelah kanan tersangkut di atas Pinus, sedangkan yang sebelah kiri terlempar menerobos jendela kelas.

Seketika, suasana terasa mencengangkan tapi tiba-tiba...
"Hahahaha... Akhirnya aku bisa bermain tanah dan menerbangkan sepatuku..." Bu guru Liem tertawa gembira

"Ibu tidak sedih?" Tanya Oce, si hamster kecil berbulu lembut.

"Tidak! Ibu senang karena sepatu terbangku itu keren sekali!", seru Bu guru Liem riang.

Semua yang terkejut akan kejadian itu pun akhirnya ikut tertawa. Mereka kemudian membantu bu guru Liem mengambil sepatu-sepatunya. Setelah itu mereka menggambar apa saja yang mereka lihat saat berlari tadi. Semua gembira, walaupun badan bu guru Liem masih belepotan tanah.

Belajar di sekolah Hutan Kejora memang seru. Teman dan para guru selayaknya sahabat yang karib. Semua hal yang terjadi di sana selalu menjadi sesuatu yang keren dan menyenangkan.

Saturday, 18 February 2017

Cerita Anak Pendidikan Moral : Kendi Yang Retak

Kendi Yang Retak

Pada jaman dahulu, di sebuah desa tinggalah seorang nenek yang mempunyai dua buah kendi besar. Kedua kendi itu ia pikul dan ia gunakan untuk mengambil air dari sungai setiap hari. Salah satu kendi itu sudah retak, sedangkan yang satunya masih utuh, dan selalu dapat membawa air dengan baik. Sedangkan kendi yang sudah retak, selalu menyisakan separuh air saja saat dia tiba di rumah.

Setiap harinya si nenek mengambil air dengan menggunakan kedua kendinya. Ketika sampai di rumah si nenek hanya mendapatkan air sebanyak satu setengah kendi saja. Kendi yang utuh sangat bangga dengan dirinya, karena air yang dibawanya selalu utuh. Sedangkan kendi yang retak merasa malu dan sedih, karena hanya bisa membawa air separuh dari kemampuan sesungguhnya.

Pada suatu ketika, kendi yang retak berkata kepada si nenek.

"Nek, aku malu dan sedih, karena retak di tubuhku ini aku hanya bisa menampung sedikit air saja setiap hari. Aku juga khawatir nenek akan menggantiku dengan kendi yang baru."

Mendengar keluh kesah kendinya yang retak, si nenek tersenyum dan berkata kepada kendi yang retak dengan lembut.

"Tenang saja, aku tidak akan menggantimu dengan kendi yang baru dan mencampakkan kamu begitu saja. Justru aku bangga denganmu. Coba kamu lihat, di sepanjang jalan dari rumah menuju sungai, ada banyak bunga-bunga indah yang tumbuh di sisi yang kamu lalui. Itu karena aku sudah lama tahu tentang keretakan di tubuhmu itu. Aku sengaja menanam biji-biji bunga di sepanjang jalan yang kita lalui, karena itu lah selama ini aku dapat memetik bunga-bunganya yang indah untuk hiasan di rumah. Jika tidak ada kamu, bunga-bunga yang indah ini tidak akan bisa tumbuh karena kurang air,” begitu ujar si nenek sambil meletakkan kendi yang retak di dapur.

Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini: 
1. Semua orang pasti mempunyai kekurangan. Janganlah berkecil hati dan meratapi kekurangan tersebut, karena dibalik kekurangan pasti ada kelebihannya.
2. Kekurangan menjadikan hidup kita lebih berwarna, maka dari itu selalu syukuri apa yang ada.

Friday, 17 February 2017

Pengertian Puisi Kuatrin dan 5 Contoh Puisi Kuatrin terbaru 2017

puisi kuatrin
Pengertian Puisi Kuatrin dan 5 Contoh Puisi Kuatrin terbaru 2017 - Apakah sobat suka dengan menulis Puisi ? apakah sobat ada yang belum tau mengenai puisi kuatrin? ada yang menulisnya kuatren, ada pula yang menulisnya kwatrin, sebenarnya artinya tetap sama kok sobat, jadi puisi kuatrin adalah puisi empat seuntai.Yang berarti, dalam tiap baitnya tersebut terdiri dari empat baris. Rimanya a-b-a-b atau a-a-b-b.
Contoh Utama :

Tema: Ladang
Kata raja negeri atas awan,
tanam benih tak boleh sembarangan
Haram pulang malam-malam
Apalagi tanami ladang orang diam
Tanami saja ladangmu sendiri,Tuan
Jadilah petani yang punya jalan
Benih-benih tentu tak ingin tumbuh muram
Jika ingin tanam, pandailah cari air untuk siram

Baca Juga : Pengertian Puisi Satire beserta contohnya

Contoh Lainnya kiriman sobat :

Senja berkata bersiap siaplah
Raga berkata itu gampanglah
hingga dianya datang tak terduga.
mengambil jiwa setiap raga.

aku tak mengerti pada setiap kita
tersibuk dalam dunia yang amat maya
hilangkan waktu untuk memperkaya
harta dan tahta yang nyatanya fana.

bila kau pikir itu abadi
lantas untuk apa buku langit itu ada?
bukankah kau punya mata?
atau meski hanya sekedar membaca..?

para sufi telah bercerita
kala senja mulai menyapa
disitulah kemerdekaan sesungguhnya
pintu keabadian tiada tara

merek berkata,
hidup ini adalah mati.
dan mempercayai
kematian adalah hidup yang sebenarnya..

jadi mana yang akan kau pilih?
mati dalam hidup?
atau hidup dalam mati?
itu ladangmu yang harus kau jelajahi

Baca Juga : Pengertian Puisi Prosais

Layang-layang
Layang-layang terbang di ladang
Dikejar bocah ke perempatan
Sungguh tiada dinanya nasib yang malang
Tertabrak truk pengangkut panenan

Layang-layang putus katanya dikejar jangan
Ada setan kuburan bergelantungan
Menari-nari ketika lelayang terbang
Merayu bocah-bocah ilalang mengejar layang

Layang-layang buatan tuan
Pengisi perut penyambung kehidupan
Bila layang tak dibeli bocah petani
Tuan pembuat dan anaknya bisa mati

Layang-layang di ketinggian
Jangan putus, dikejar berebutan
Kalau panen padi tak mampu membeli
Biar rupanya tak elok mata, buatlah lelayang seorang diri

Layang-layang memang merangsang
Bocah-bocah asyik lupakan padi berladang-ladang
Bunda menangis tak terperi
Jika adik patah kaki atau malah langsung mati

Layang-layang di ladang
Mainan kebanggaan
Jika hidup cepat melayang
Dosa setumpuk di dalam badan
Banjarmasin, 10 Pebruari 2017

Baca juga : 6 Contoh Puisi Prosais

LADANG JUJUR
Ladang ku bukan ladang mu.
Nanas milik aku dan kamu sama asam.
Ladang ku bukan ladang mu.
Jangan iri,kita hanya beda menanam.

Ladang ku bukan lah ladang mu.
Yang kau tuai adalah yg kau tanam.
Ladang ku bukan lah ladang mu.
Ladang selalu jujur dan tak pernah kejam.

Malulah sama ladang ku.
Ia jujur dalam diam.
Malulah sama ladang mu.
Ia diam walau sang tuan kejam.

Bertanam Petuah 
Semakin berisi kian merunduk
Itulah ilmu padi, nduk!
Nasihat bijak sang ibunda
Pada putra-putri tercinta

Jangan kau berdiri pongah
Walau hartamu melimpah
Semua takkan berarti
Ketika ajal menanti

Senja hadir menyambut malam
Gulita datang langit pun kelam
Sudahkah kau bersiap diri?
Ketika pagi tak lagi kau temui

Mari bertanam pohon petuah
Menjejak langkah di ladang berkah
Daun rimbun berbuah lebat
Menabung amal bekal akhirat
Blitar, 10 Februari 2017

Baca Juga : 25 Contoh Puisi dengan tema rumah atau tempat tinggal

LADANG PAK TANI
Bila ladang kosong tanpa ditanami
Maka tanah gersang tanda mati
Petani sedih hilang harapan
Keluarga pasti susah makan

Lalu kusuarakan hati rakyat
Hidup sehari-hari sungguh melarat
Wahai penguasa jangan pura-pura tuli
Masihkah kau punya nurani?

Kurangkah jasa para tani bagimu?
Menetes peluh tanpa kenal waktu
Ia rela lelah demi anak bangsa
Sepatutnya berikan penghargaan layak untuk jasanya

Duhai petani yang dirudung malang
Sungguh aku ikut meradang
Tiada peduli pada keringatmu yang membasah
Namun kukagum semangatmu tetap membuncah
Bogor, 10 Februari 2017
Related search : Pengertian puisi kuatrin, pengertian puisi kuatren, pengertian puisi kwatrin, contoh puisi kuatrin, contoh puisi kwatrin, contoh puisi kuatren, struktur puisi kuatrin, struktur puisi kwatrin,struktur puisi kuatren.

Thursday, 16 February 2017

Memahami Dasar dalam Memasarkan Produk dalam Berwirausaha

Memasarkan produk
Pemasaran sebagaimana didefinisikan oleh philip kotler, adalah serangkaian kegiatan manusia yang ditujukan untuk memperlancar serta menyempurnakan pertukaran.
Definisi lain dikemukakan oleh D.W Foster, pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun kepada pembeli yang potensial.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan usaha untuk menciptakan dan mengarahkan suatu standar kehidupan masyarakat. Adapun hal – hal yang dilakukan perusahaan dalam kegiatan pemasaran produk sebagai berikut.

Melaksanakan Penelitian untuk Calon Pembeli
Penelitian untuk calon pembeli adalah suatu kegiatan yang sistematis dengan tujuan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data – data yang bersangkutan dengan berbagai macam masalah pembeli dalam membeli hasil produk perusahaan.
Pelaksanaan penelitian untuk calon pembeli dapat dilakukan dengan cara observasi, eksperimen, survei dan wawancara. Penelitian untuk calon pembeli ini, menitikberatkan pada hal – hal berikut.
a. Jenis barang yang disukai atau disenangi calon pembeli
b. Manfaat barang yang disukai oleh calon pembeli
c. Model barang yang disenangi calon pembeli
d. Kualitas barang yang dapat memuaskan calon pembeli
e. Harga barang yang relatif murah untuk calon pembeli
f. Pendistribusian barang yang cepat dan tepat waktu
g. Pelayanan yang baik dan memuaskan calon pembeli


Segmentasi Pasar
Pada hakikatnya, perusahaan tidak akan mampu melayani seluruh pelanggan, terlebih ditambah dengan keberadaan para pesaing yang mempunyai posisi lebih baik di pasar tertentu. Oleh karena itu perusahaan akan cenderung memilih bagian pasar yang paling efektif (menguntungkan) untuk dimasuki.
Untuk memilih bagian pasar yang dianggap paling efektif, perusahaan memiliki pola pikir dalam tiga tahap berikut.
a. Pemasaran massal (mass production)
Pada tahap ini perusahaan memproduksi satu jenis produk serta mendistibusikannya secara besar – besaran dengan alasan harga pokok dan harga jual yang rendah sehingga memiliki pasar potensial yang paling besar.
b. Pemasaran anek produk (product differentiated marketing)
Pada tahap ini perusahaan memproduksi dua atau lebih jenis produk yang masing – masing berlainan dalam hal ukuran, mode, kualitas, dan sebagainya. Hal ini ditujukan untuk memikat segmen – segmen pasar yang berbeda.
c. Pemasaran sasaran (target marketing)
Pada tahap ini, pasar mulai dipisahkan secara jelas ke dalam banyak segmen pasar, kemudian memilih satu lebih segmen, memproduksi dan mengembangkannya dengan bantuan pemasaran yang dirancang khusus untuk setiap segmen dengan alasan untuk memenuhi selera konsumen.

Pemasran sasaran ini mencakup tiga langkah sebagai berikut.
1) Segmentasi pasar (market segmentation) yaitu usaha pemisahan pasar pada kelompok – kelompok pembeli menurut jenis produk tertentu dengan bauran pasar tertentu.
2) Menetapkan pasar sasaran (market targeting) yaitu kegiatan menilai dan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki.
3) Penempatan product (product positioning) yaitu kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menempatkan bauran pemasaran yang terperinci.


Menetapkan Jenis Kuantitas Barang
Penentuan jenis – jennis barang yang akan diproduksi berdasarkan atas pertimbangan adanya pengaruh dari kombinasi produk terhadap keuntungan, selera, dan keinginan konsumen. Dalam hal ini perusahaan dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi dan selera konsumen yang senantiasa berubah – ubah. Selain itu, perusahaan – perusahaan juga harus meningkatkan kualitas barang dengan tetap mempertimbangkan pasar sasaran dari segmen tertentu serta strategi para pesaingnya.

Menetapkan Harga Penjualan
Tujuan perusahaan menetapkan harga penjualan barang adalah sebagai berikut.
a. Mendapatkan pasar
b. Mendapatkan laba maksimum
c. Memanfaatkan keuntungan
d. Mempromosikan barang
e. Mencapai tingkat hasil penerimaan penjualan barang

Adapun sasaran dalam menetapkan harga penjualan barang daganga anatara lain : 
a. Mencapai target laba investasi
b. Memaksimalkan laba
c. Meningkatkan penjualan barang dagangan
d. Mempertahankan bagian pasar
e. Menstabilkan harga barang dagangan
f. Menangkal persaingan

Menyusun Strategi Penjualan
Menyusun strategi penjualan merupakan hal yang harus dilakukan oleh perusahaan, karena dengan menyusun strategi penjualan maka perusahaan secara tetap akan dapat :
a. Mempertahankan kesetiaan pelanggan dalam membeli barang dagangan
b. Memikat dan menarik para pelanggan baru
c. Menguasai pasaran barang
d. Menguntungkan perusahaan
e. Meningkatkan penghasilan

Dalam penyusunnya, perusahaan harus memperhatikan hal – hal berikut
a. Masalah yang berkaitan dengan strategi penjualan yang akan disusun
b. Data dan fakta penjualan barang dagangan
c. Kebutuhan dan keinginan para konsumen terhadap barang dagangan


Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menyusun strategi penjualan pada dasarnya adalah sebagai berikut.
a. Upaya untuk meningkatkan penghasilan
b. Upaya untuk meningkatkan atau mempertahankan kelangsungan usaha perusahaan
c. Memilih segmen yang potensial
d. Membuat program penjualan yang mantap
e. Menetapkan para tenaga pemasaran dan penjualan yang potensial
f. Mencari dan menetapkan cara, metode, dan teknik pelaksanaan penjualan

Adapun proses penyusunannya adalah sebagai berikut.
a. Memperkirakan keadaan pasar, konsumen, kebijakan pemerintah, produk atau barang, dan para pesaing.
b. Menetapkan sasaran penjualan barang yang diinginkan
c. Menyusun program penjualan barang dagangan
d. Menyusun jadwal kegiatan penjualan barang dagangan
e. Menyusun anggaran belanja untuk setiap kegiatan penjualan barang dagangan
f. Adanya penafsiran kebijaksanaan dan keputusan dalam barang dagangan
g. Adanya pengendalian dan pengawasan dalam pelaksanaan penjualan barang dagangan

Pelakasanaan pemasaran Produk
Dalam pemasaran produk, dikenal empat pilihan strategi pemasaran produk sebagai berikut.
a. Penetrasi pasar adalah strategi pemasaran untuk tetap bertahan pada produk semula, tetapi penjualannya diperbanyak.
b. Pengembangan produk adalah strategi yang dilakukan dengan adanya pembaruan atau memproduksi produk baru, akan tetapi pasar tetap seperti semula,
c. Perluasan pasar adalah tetap pada prosuk seperti semula tetapi pasarnya diperluas
d. Diversifikasi adalah strategi pemasaran dengan membuat produk baru dan pasar yang baru.

Adapun pelaksanaannya harus memperhatikan beberapa hal berikut.
a. Pelaksanaan pemasaran pada usaha perdagangan eceran
Seorang wirausaha sebagai pemilik perusahaan yang memasarkan produk di bidang perdagangan eceran, harus memerhatikan hal – hal berikut.
1) Pengetahuan tentang calon pembeli dan jumlah para pesaing usahanya
2) Mempunyai karyawan yang terlatih dan terampil serta dapat memperlakukan pelanggan atau pembeli sebagai raja.
3) Mengetahui produk apa yang paling laku atau sedang digandrungi para konsumen
4) Mengusahakan letak atau tempat usaha atau lokasi yang strategis dan mudah dicapai konsumen atai pembeli 
5) Mengadakan promosi seperti beriktu.
  • Membuat papan reklame yang menarik dan memberikan potongan harga untuk prduk tertentu
  • Menawarkan produk dengan sapaan simpatik dan pelayanan yang memuaskan bagi para konsumen atau pembeli
  • Memberi hadiah khusus kepada konsumen atau pembeli
  • Mengedarkan daftar produk berikut gambarnya, kegunaanya dan harga yang ditawarkan dari rumah ke rumah.
  • Mengadakan pameran keliling dengan mobil
  • Menyelipkan daftar harga pokok dan penawaran khusus pada setiap pembungkusnya
  • Memasang iklan pada TV, Radio, majalah, dan surat kabar

b. Pelaksanaan pemasaran pada usaha Jasa
Upaya – upaya peningkatan dalam pemasaran bidang usaha jasa antara lain sebagai berikut.
1) Menyebarkan pamflet untuk memberi informasi tentang jasa yang ditawarkan.
2) Memasang papan merek atau logo yang mencolok, menarik, dan dapat dibaca dari kejauhan
3) Memasang lampu yang terang dan berwarna – warni
4) Melayani konsumen atau pembeli dengan menyenangkan
5) Mengadakan demonstrasi cara pembuatan bidang usaha jasa
6) Memberi hadiah khusus kepada pembeli atau pelanggannya
7) Mengirimkan kartu lebaran atau tahun abri kepada pelanggan yang diketahui alamatnya.
8) Memberi potongan harga khusus kepada para pelanggannya

c. Pelaksanaan pemasaran pada usaha pembuatan produk
Wirausaha sebagai pemilik perusahaan, dalam memproses produknya harus dilengkapi dengan pengetahuan mengenai pasar dan pemasaran produk secara tepat. Agar berhasil dalam memasarkan produknya, maka seorang wirausaha harus dapat menjawab pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut.
1) Siapa saja dan berapa jumlah calon pembeli produk? Di mana calon pembeli produk berada ?
2) Bagaimana erkembangan dan pergeseran selera atau minat konsumen atau pembeli terhadap produk apakah meningkat menurun atau tetap?
3) Siapa, dan berapa serta dimana pesaing dan calon pesaing ? apa keistimewaan pesaing yang usahanya sama?
4) Bagaimana kemampuan perusahaan, apakah berkembang menurut metode dan teknik baru di dalam proses pembuatan produknya? Bagaiamana kemampuan dan keahlian para karyawan perusahaan dalam melaksanakan pembuatan produknya?
5) Bagaimana perkembangan proses pembuatan produk yang dikelolanya selama ini ?
6) Bagaiaman pembungkusan produk selama ini, apakah cukup aman, menarik, dan harganya relatif ringan ?
7) Bagaimana kerja sama antara perusahaan dan penyalur selama ini, apakah lancar ?